Coral Garden

Masjid Raya Baiturrahman

Adalah lokasi yang tepat untuk Anda para pecinta macro diving karena lokasi ini memiliki perairan cukup dangkal dengan aneka ragam terumbu karang dan mempunyai pasir berlumpur di dasar lautnya. Tak hanya itu, di pasir vulkanis ini hidup berbagai biota laut yang langka dan endemik. Lokasi diving ini adalah lokasi yang sangat alami dan masih belum banyak terjamah. Hanya dengan kedalaman 10 meter, Anda sudah dapat menemukan nudibranch, shrimpfish, frogfish, seahorses, dragonets, lionfish, pipefish, udang laut, belut pita dan masih ada banyak spesies lainnya yang bisa Anda temukan. Tapi jika Anda ingin menikmati keindahan dari spesies-spesies tersebut, Anda harus menyelam di waktu yang tepat. Waktu yang dianjurkan adalah ketika gelombang tinggi dan sirkulasi bulan berada pada posisi yang tepat pula. Disarankan bagi Anda untuk memakai pakaian selam (wetsuit) yang bagus karena suhu air di sini bisa lebih dingin jika dibandingkan perairan Bali lainnya.

(Sumber : Bali Tourism)

Advertisements

Temple Point

Masjid Raya Baiturrahman

Berupa Wall atau tembok ditumbuhi aneka ragam coral, Bat Cave salah satunya hidup aneka ragam soft coral, hard coral, hingga Sea Fan besar warna warni, spot ini juga cocok untuk anda yang menyukai fotografi makro. Temple Point berupa perairan 5 – 15 meter yang juga terdapat beraneka ragam coral, jika beruntung anda akan menjumpai Spanish Dancer yang sedang menari indah, beberapa jenis gurita yang hilir mudik diantara coral, Scorpion fish yang sedang berkamuflase diantara coral untuk menunggu mangsanya. Temple Point sangat mengasyikkan karena pada titik ini terdapat arus yang tenang (slope) Jarak pandang di siang hari sangat baik, bersuhu air hangat dan cocok untuk penyelam pemula.

(Sumber : Bali Tourism)

Anchor Wreck

Masjid Raya Baiturrahman

Adalah lokasi diving yang dianjurkan bagi para penyelam yang sudah berpengalaman dan cukup profesional. Lokasi diving dengan kedalaman sekitar 45 meter ini menawarkan keunikan bangkai kapal yang sudah berkarat lengkap dengan jangkarnya. Menurut cerita masyarakat, kapal ini adalah kapal laut Belanda yang tenggelam pada abad ke- 19 saat Perang Dunia ke II. Kapal ini juga disebut sebagai Kapal Anker atau Kapal Budak, karena kapal ini diduga mengangkut budak dari Bali menuju Jakarta. Anda akan menemukan peti dengan isi perabot-perabot keramik, apabila Anda menyelam ke kapal ini. Kondisi kapalnya pun juga telah ditumbuhi karang lunak dan penyu bahkan hiu yang sedang berenang.

(Sumber : Bali Tourism)

Eel Garden

Masjid Raya Baiturrahman

Adalah adalah spot diving yang berada di bagian barat Pulau Menjangan. Area ini juga sering disebut sebagai spot diving terbaik di Pulau Menjangan Bali. Terdapat banyak sekali kumpulan garden eel dan sea fans di spot yang satu ini. Kegiatan diving akan dimulai pada kedalaman dinding karang sekitar 40 meter yang kaya dengan gorgonia dan biota laut lainnya. Dikelilingi oleh terumbu karang dengan berbagai bentuk dan formasi. Formasi batuan karang berkedalaman 60 meter ini membentuk gua kecil dan gua-gua besar yang mempunyai fungsi sebagai habitat terumbu karang diantaranya seperti karang lunak, kerapu besar serta belut moray. Nantinya Anda akan menemukan kakap kecil dan batfish yang berenang hilir mudik di dalam gua-gua kecil ini.

(Sumber : Bali Tourism)

Pulau Menjangan

Masjid Raya Baiturrahman

Sebuah pulau yang masih sangat alami dengan spot diving yang super amazing. Pulau menjangan terletak di sebelah utara kawasan Taman Nasional Bali Barat. Tepatnya di Desa Klampok, Kecamatan Grokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, atau sekitar 60 km dari Lovina. Anda akan menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam dari pusat wisata Kuta dan 4 jam perjalanan dari Denpasar. Pulau ini adalah definisi sempurna dari keindahan panorama bawah laut dengan hamparan pasir putih yang masih alami dan keanekaragaman hayati laut yang sangat berlimpah. Mengapa disebut Pulau Menjangan. Kata “menjangan” berasal dari bahasa Jawa yang artinya kijang atau rusa. Setiap musim semi banyak kawanan rusa liar yang berenang ke pulau ini dengan jarak tempuh 1,2 mil. Di pulau ini terdapat banyak rusa liar yang semakin lama jumlahnya semakin menurun. Sehingga pemerintah menjadikannya sebagai Taman Nasional Bali Barat. Ini merupakan upaya pemerintah untuk membangun konservasi guna menjaga kelestarian rusa dan keanekaragaman hayati yang ada di pulau ini.

(Sumber : Bali Tourism)

Taman Nasional Bali Barat

Masjid Raya Baiturrahman

Taman Nasional Bali Barat terletak di bagian barat dari Pulau Bali. Taman nasional ini mempunyai luas 77,000 hektar, yang kira-kira meliputi 10% dari luas daratan Pulau Bali. Taman Nasional Bali Barat terdiri dari berbagai habitat hutan dan sabana. Di tengah-tengah taman ini didominasi oleh sisa-sisa empat gunung berapi dari zaman Pleistocene, dengan gunung Patas sebagai titik tertinggi di tempat ini. Sekitar 160 spesies hewan dan tumbuhan dilindungi di taman nasional ini. Hewan-hewan seperti Banteng, Rusa, lutung, kalong dan aneka burung. Taman Nasional Bali Barat merupakan tempat terakhir untuk menemukan satu-satunya endemik Bali yang hampir punah,Jalak Bali di habitat aslinya.

(Sumber : Bali Tourism)

Pantai Uluwatu

Masjid Raya Baiturrahman

Uluwatu terletak di wilayah paling utara pulau Bali, dan dekat dengan Pura Uluwatu. Anda dapat pergi ke tempat ini hanya dengan membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan dari Kuta atau Denpasar via By Pass Ngurah Rai. Pantai Uluwatu hanya digunakan untuk peselancar profesional, karena Ketinggian gelombang bisa mencapai hingga 6 sampai 10 kaki. Uluwatu juga merupakan tempat yang sering digunakan untuk kejuaraan berselancar di Bali.

(Sumber : Bali Tourism)