Puncak Gunung Tambora

Masjid Raya Baiturrahman

Dari tempat camp terakhir dibutuhkan waktu 1,5 jam untuk dapat mencapai puncak Tambora. Selepas batas vegetasi, jalur semakin menanjak, penuh pasir dan batu. Mendekati bibir kawah kita akan menemui dataran yang sangat luas mirip padang pasir dengan butiran pasir yang halus yang sangat menyiksa mata kita bila tidak kita lindungi. Oleh karena itu wajib bagi pendaki yang akan mendaki ke puncak Tambora untuk memakai kacamata hitam. Selain melindungi dari terik matahari juga dari pasir halus yang beterbangan tertiup angin. Selama perjalanan dari bibir kawah ke puncak banyak ditemui bunga edelweis. Puncak Tambora 2850 mdpl, ditandai dengan pondasi beton dan tiang bendera. Dari puncak kita bisa menyaksikan keindahan kawah Tambora yang membentang luas. Sungguh merupakan pemandangan alam yang tidak ternilai harganya.

(Sumber : Taman Nasional Gunung Tourism)

Advertisements

Pos 5

Masjid Raya Baiturrahman

Dari Pos 4 terdapat sumber air yang dinamai Sori Kalate, yang menurut bahasa setempat mempunyai arti : air sungai berbatu. Memang sumber air tersebut berupa genangan air di sungai yang kering dan kualitasnya kurang bagus. Sori Kalate berada di ketinggian 2050 mdpl. Kira-kira 15 menit dari Sori Kalate kita akan sampai di Pos 5 yang merupakan Pos terakhir sebelum puncak. Vegetasinya didominasi oleh cemara gunung dan dari sini mulai terlihat puncak Tambora dengan jelas. Untuk bisa mendapatkan pemandangan yang lebih luas, kita bisa membuka tenda dan beristirahat di atas Pos 5 (kira-kira 1 jam dari Pos 5), ada tempat datar yang hanya cukup untuk mendirikan 5 tenda. Dari tempat camp ini bisa terlihat puncak gunung Rinjani di kejauhan dan pendaki dapat menikmati pemandangan sunset yang luar biasa indahnya.

(Sumber : Taman Nasional Gunung Tourism)

Pos 2

Masjid Raya Baiturrahman

Jalur ini akan membawa pendaki menuju ke mata air yang berada di Pos 1. Perjalanan menuju pos 1 ini memakan waktu kurang lebih 2.5 jam. Di Pos 1 terdapat sumber air berupa sumur kecil yang airnya mengalir deras, juga terdapat sebuah shelter yg bisa dipakai para pendaki untuk beristirahat. Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Pos 2 dapat ditempuh dalam waktu 2,5 jam. Medannya masih relatif landai dengan hutan tropis yang vegetasinya sangat rapat sehingga kita jarang sekali bisa merasakan teriknya sinar matahari secara langsung. Di pos 2 terdapat sungai kecil yang airnya jernih dan mengalir terus sepanjang musim. Berada di ketinggian 1300 mdpl, di pos 2 terdapat beberapa tempat datar yang cukup untuk 4-5 tenda dan sebuah shelter beratap seng yang biasa dipakai oleh para pemburu.

(Sumber : Taman Nasional Gunung Tourism)

Desa Pancasila

Masjid Raya Baiturrahman

Pendakian gunung Tambora di mulai dari desa Pancasila. Jalur ini merupakan jalur paling umum dilewati oleh para pendaki. Desa Pancasila merupakan desa terakhir di kaki Gunung Tambora yang dapat dicapai oleh mobil. Sepanjang perjalanan akan terlihat peternakan dan padang rumput yang sangat luas dengan kerbau yang hidup secara liar. Kerbau tersebut hidup dan berkembang biak secara alami tanpa perawatan khusus dari pemilik lahan. Kondisi alam yang berupa padang rumput sangat mendukung berkembangnya peternakan kerbau di daerah ini. Masyarakat desa Pancasila kebanyakan bekerja sebagai Petani kayu, rotan, kopi, coklat dan jambu mete.

(Sumber : Taman Nasional Gunung Tourism)

Desa Senaru

Masjid Raya Baiturrahman

Desa Adat Senaru masuk wilayah Kabupaten Lombok Utara, tepat di kaki Gunung Rinjani pada ketinggian 601 mdpl. Akses menuju desa ini tidak terlalu susah. Di desa ini titik balik atau menuju gunung Rinjani. Hanya saja kendaraan dari Mataram ke Desa Senaru tidak terlalu banyak dan beroperasi hanya pada jam tertentu.

(Sumber : Taman Nasional Rinjani)

Segara Anakan

Masjid Raya Baiturrahman

Merupakan sebuah danau yang terletak di kaldera gunung Rinjani Desa Sembalun Lawang. Segara (laut) anak berarti anak laut yang di yakini sebagai bagian dari laut yang terpecah ke dalam sebuah pulau. Hal ini di dasari atas warna air yang biru seperti laut. Danau ini terletak pada ketinggian kurang lebih 2000 mdpl. Jika anda mendaki gunung Rinjani (3726 Mdpl), Banyak hal menarik yang dapat dilakukan di danau ini. Di danau ini terdapat banyak ikan mulai dari ikan nila, mas, dan mujair. Para pendaki Gunung Rinjani banyak yang membuat jalur pendakian dengan menyusuri lembah disamping danau untuk memberikan sesajen pada dewa didasar danau. Dari danau terlihat sebuah gunung volcano (Gunung Baru Jari yang berarti gunung baru jadi) yang merupakan anak gunung rinjani dan didekatnya terdapat sumber air panas yang dipercayai mampu mengobati berbagai penyakit kulit. Pemandangan di Danau ini sungguh menakjubkan dan sangat indah sehingga banyak wisatawan luar maupun dalam negeri berdatangan dan mendaki Gunung Rinjani untuk menyaksikan ke indahan Danau tersebut. Danau Segara Anak yang luasnya 1.100 ha dengan kedalaman 230 m.

(Sumber : Taman Nasional Rinjani)

Puncak Gunung Rinjani

Masjid Raya Baiturrahman

Pemandangan di sekitar puncak kita dapat melihat sayup – sayup dari arah timur ada pegunungan JayaWijaya di Papua, serta kepulauan Sumbawa, sebelah barat terlihat Gunung Agung di Bali serta pelabuhan Lembar dan juga kearah bawahnya ada Segara Anakan beserta Gunung Baru Jari, sebelah utara kearah bawah kita bisa melihat kawah gunung Rinjani yang sudah tidak aktif lagi. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl. Di sebelah barat kerucut Rinjani terdapat kaldera dengan luas sekitar 3.500 m × 4.800 m, memanjang kearah timur dan barat. Di kaldera ini terdapat Segara Anak (segara= laut, danau) seluas 11.000.000 m persegi dengan kedalaman 230 m. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Di Segara Anak banyak terdapat ikan mas dan mujair sehingga sering digunakan untuk memancing. Bagian selatan danau ini disebut dengan Segara Endut.

(Sumber : Taman Nasional Rinjani)