Suku Talang Mamak

Masjid Raya Baiturrahman

Suku Talang Mamak merupakan sekumpulan masyarakat yang terasing dan hidup masih secara tradisional di sehiliran Sungai Indragiri, Provinsi Riau. Kelompok masyarakat ini tergolong Proto Melayu (Melayu Tua) yang merupakan suku asli Indragiri Hulu dengan sebutan ”Suku Tuha” yang berarti suku pertama datang dan lebih berhak atas sumber daya alam di Indragiri Hulu. Sejarah asal usul masyarakat Talang Mamak lahir dari cerita rakyat tentang Putri Pinang Masak. Konon, hidup tujuh pasang putra-putri yang lahir kembar di Indragiri. Ketujuh putra menjadi sesosok yang gagah berani dan ketujuh putri menjadi gadis jelita dan cantik. Salah satu putri yang cantik adalah Putri Pinang Masak. Dalam segi kepercayaan, mayoritas suku Talang Mamak masih memeluk agama kepercayaan yaitu Animisme. Ada pula yang sudah beragama lainnya seperti Islam dan Kristen. Agama kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Talang Mamak disebut Langkah lama. Ada lima kebiasaaan adat dalam agama ini yaitu sunat dan mengasah gigi, menyabung ayam, berjudi, berdukun bekumantan, mengadakan pesemahan (pemujaan kuburan keramat dengan mengorbankan hewan).

(Sumber : Riau Tourism)

Advertisements

Dusun Tuo Datai

Masjid Raya Baiturrahman

Untuk menuju Dusun Tuo Datai Talang Mamak yang terletak di Hulu Sungai Gansal dan Sungai Melenai. Dari jalan Dalex ke Dusun Tuo Datai sekitar 6 hingga 8 km hanya bisa dilewati jalan kaki. Medan yang harus dilewati yaitu berjalan di dalam hutan, mendaki gunung dan melewati lembah sungai. Diperlukan stamina yang Bagus untuk menempuh 2 hingga 4 jam perjalanan. Biasanya pada hari tertentu, Suku Talang Mamak akan turun ke desa terdekat, Keritang atau Siberida. Tujuannya menjual hasil kebun atau hasil hutan yang mereka peroleh untuk dibelikan kebutuhan hidup. Di Dusun Tuo Datai sekitar 30 KK dengan jumlah 130 jiwa, yang sebagian besar masih animisme dan sisanya memeluk katolik.

(Sumber : Riau Tourism)

Indra Giri Hulu

Masjid Raya Baiturrahman

Indragiri Hulu adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Riau, yang berjarak dari Pekanbaru sekitar 156 KM. Di daerah yang dikenal “Kota Bersejarah” ini, banyak terdapat lokasi wisata sejarah, budaya dan panorama. Salah satunya Taman Nasional Bukit Tiga Puluh adalah taman nasional dengan luas 143.143 hektar ini terdiri dari hutan hujan tropis dan terkenal sebagai tempat terakhir spesies terancam seperti orangutan sumatera, harimau sumatera, gajah sumatera, badak sumatera, tapir asia, beruang madu dan berbagai spesies burung serta air terjun. Di dalam Taman Nasional Bukit Tiga Puluh juga terdapat tempat tinggal bagi suku Talang Mamak.

(Sumber : Riau Tourism)