Pulau Kaledupa

Masjid Raya Baiturrahman

Pulau Kaledupa menyimpan pesona wisata alam yang indah dan menarik memiliki karang yang terhampar luas karena Wakatobi dijuluki Segitiga Karang dunia. Daerah Wakatobi sendiri dikenal sebagai sebagai ‎objek wisata taman laut nasional yang indah. Menurut UNESCO, Wakatobi memiliki kekayaan bawah laut dengan sekitar 850 spesial koral, karang dan jenis biota laut lainnya yang sulit ditemukan di tempat lain. Di beberapa objek wisata tersebut, wisatawan dapat melakukan aktivitas seperti memancing, berenang, snorkeling, diving, berjemur dan aktivitas lainnya. Dekat Kaledupa ada Pantai Hoga adalah salah satu objek wisata yang indah dan menarik. Pantai Hoga terletak di Pulau Hoga Kecamatan Kaledupa, berjarak ± 15 menit dari Pulau Kaledupa, dan dapat ditempuh dengan menggunakan Speed boat dan Katinting. Pantai Hoga memiliki hamparan pasir putih yang bersih, air lautnya jernih, panorama bawah lautnya mempunyai beraneka ragam terumbu karang yang berwarna-warni, beberapa spesies ikan. Di sana juga terdapat laboratorium bawah laut. Sehingga tempat tersebut, tepat untuk dijadikan tempat beraktivitas snorkeling dan diving.

(Sumber : Wakatobi Tourism)

Advertisements

Desa Nelayan Suku Bajoe

Masjid Raya Baiturrahman

Suku Bajo memang tak bisa dipisahkan dari laut dan ikan. Tak heran karamba atau tempat memelihara ikan memenuhi hampir seluruh pesisir pantai. Keramba apung ini dimaksudkan untuk mengantisipasi hasil panen ikan jika laut sedang bergelora, sehingga nelayan Bajo tak bisa melaut. Sebagai gantinya mereka mengandalkan ikan dari keramba untuk memenuhi kehidupan sehari-hari atau dijual ke pasar. Kawasan wisata suku Bajo, anda bisa menikmati fasilitas seperti mengamati lumba-lumba, wisata budaya Bajo, bersampan mengelilingi pemukiman Bajo, dan mengenal bagaimana suku ini membaca bintang-bintang.

(Sumber : Wakatobi Tourism)

Pulau Tomia

Masjid Raya Baiturrahman

Memiliki beberapa objek wisata yang indah dan eksotik. Dimana terdapat beberapa Panorama Pantai, Puncak dan Panorama Bawah Laut yang dapat memanjangkan mata para wisatawan yang berkunjung kesana, disamping itu juga penataan perkampungannya yang bersih dan alami serta masyarakatnya yang ramah terhadap para wisatawan yang berkunjung ke pulau tersebut. Di pulau ini, para wisatawan dapat melakukan beberapa aktivitas seperti memancing, berenang, snorkeling, diving, berjemur dan menikmati sajian kuliner khas Pulau Tomia serta dapat memesan beberapa kerajinan tangan sebagai souvenir dari Pulau Tomia.

(Sumber : Wakatobi Tourism)

Pulau Mola

Masjid Raya Baiturrahman

Di Desa Mola, tercatat 16.000 warga Suku Bajo bermukim. Mereka kebanyakan membangun rumah di pinggir pantai. Karang laut ditumpuk dan berdirilah bangunan. Atau menancapkan kayu dan di atasnya berdiri bangunan kayu. “Nenek moyang mereka (suku Bajo) adalah laut. Begitu lahir, anak dimandikan di laut,”. Keterlibatan British Council dan Bank Mandiri membuat 5 desa di Mola Raya yakni Mola Utara, Mola Bahari, Mola Selatan, Mola Samaturu, dan Mola Nelayan Bakti mulai tertata rapi. Kuncinya, masyarakat dilibatkan secara aktif mengelola desa ini menjadi obyek wisata untuk mengundang wisatawan datang.

(Sumber : Wakatobi Tourism)

Teluk Wanci

Masjid Raya Baiturrahman

Terdapat banyak rombongan lumba-lumba asik berenang dalam koloni besar. Mereka seolah riang tidak ada yang mengganggunya seperti di Lovina maupun teluk kiluan. Atraksi lumba-lumba di daerah tersebut sudah menjadi sebuah komoditi untuk industri pariwisata. Di laut Wakatobi ini mereka bebas berenang kemana saja, tanpa takut ada perahu-perahu yang mengejar mereka. diteluk yang tenang dan terdapat banyak nelayan yang singgah untuk memancing. Untuk melihat lumba-lumba sebaiknya datang dipagi hari.

(Sumber : Wakatobi Tourism)

Pantai Wangi-wangi

Masjid Raya Baiturrahman

Salah satu pantai yang indah di Kabupaten Wakatobi. Pantai ini mempunyai keunikan, yakni terdapat ± seratus mata air yang muncul dari dasar laut, meskipun keluar dari dasar laut, namun airnya, tetap terasa tawar. Pantai ini juga memiliki hamparan pasir putih, yang bersih. Selain itu, terdapat beberapa tumbuhan seperti tanaman kelapa. Di pantai ini juga tempat untuk melihat matahari terbenam. Dekat dengan perkampungan nelayan. Pantai dijaga dan dirawat oleh penduduk sekitar. Banyak kgiatan yang dilakukakan seperti anak-anak bermain di pantai dan para nelayan yang sibuk mengurusi alat nelayan. Terletak di Desa Patuno Kecamatan Wangi-Wangi, dengan jarak tempuh ± 10 Km dari pusat kota.

(Sumber : Wakatobi Tourism)